vop-bandung

Direktur Voice of Palestine, Ir.Mujtahid beserta dua perumus Deklarasi Jakarta 712 dari Lebanon dan Argentina pada hari Kamis 14 Desember 2017 datang memenuhi undangan talkshow yang digelar masyarakat pro-Palestina di Bandung.
Acara yang berlangsung di sebuah bilangan kafe di Jalan Tirtayasa, Bandung ini adalah untuk menindaklanjuti Deklarasi Jakarta untuk Palestina yang diluncurkan pada 7 Desember 2017 di Gedung MPR/DPR-RI.

Dr.Edgardo Ruben, delegasi dari Argentina dalam kesempatan kali ini menyoroti peran media internasional yang berat sebelah mengenai Palestina. Informasi yang timpang ini telah mendominasi pemikiran sebagian besar penduduk Amerika Latin di mana ia tinggal. Sikap apatis orang-orang Barat terhadap nasib bangsa Palestina muncul karena media mainstrem gencar mempromosikan yang terjadi di Yerusalem sebagai konflik agama antara Islam dan Yahudi. Dan Islam sendiri kemudian menjadi pihak yang dicitrakan negatif oleh media global.

Sementara itu, delegasi asal Lebanon, Dr.Syeikh Yusuf, berupaya menumbuhkan sikap optimisme kepada peserta yang hadir bahwa dukungan yang kita berikan untuk Palestina bukanlah hal yang sia-sia. Dia secara lugas memaparkan beberapa fakta di lapangan, di mana sebenarnya Israel bukanlah negara yang tidak bisa dikalahkan. Mereka sebenarnya adalah sekumpulan orang-orang pengecut yang berlindung di bawah teknologi dan ketiak AS dan sekutunya. Apalagi bila kita berpegang teguh pada janji Tuhan dalam kitab suci bahwa keadilan pasti akan menemui kemenangannya. Dan itu hanya soal waktu.

Dalam diskusi yang renyah ini, Ir Mujtahid dari VOP kembali mengedukasi masyarakat Bandung bahwa yang terjadi di Palestina adalah sebuah kejahatan kemanusiaan, berupa penjajahan oleh Zionis Israel. Ini bukanlah konflik dua negara! Apalagi konflik agama. Karena itu, solusi paling tepat untuk masalah ini adalah One State Solution untuk Palestina bukan Two State Solution. Bahkan AS sebagai salah satu penggagas Two State Solution justru melanggar apa yang telah mereka kampanyekan sebagai solusi perdamaian selama ini.

Pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem melalui mulut Trump belum lama ini menunjukkan bahwa AS sebenarnya mendukung One State Solution, tapi untuk Israel! Jadi, bagaimana mungkin sebuah penjajah dibiarkan mendirikan sebuah negara di atas negara lain? Jelas sekali apa yang dilakukan Trump adalah sebuah tindakan ilegal secara hukum internasional.

Tuntutan Deklarasi Jakarta tidak akan berhenti ketika Trump menarik ucapannya. Tapi, akan terus berlanjut hingga Israel angkat kaki dari tanah Palestina. Free, Free,…Palestine!

Comments are closed.