Mesir-AS-serang-Palestina

Senator Republik AS Rand Paul pada hari Rabu mengajukan RUU yang akan segera menghentikan bantuan Amerika kepada Otoritas Palestina (PA), media AS melaporkan.

Sementara itu, pemerintah Mesir memutuskan untuk benar-benar menghancurkan kota Rafah – satu-satunya jalan keluar Jalur Gaza ke dunia luar yang tidak di bawah kendali Israel – memperparah kondisi hidup yang sudah mengerikan bagi sekitar 1,9 juta penduduk Gaza, yang telah menderita di bawah blokade ketat Israel sejak tahun 2007.

Associated Press (AP) melaporkan bahwa RUU itu akan memotong bantuan sampai PA mencabut pengajuan untuk bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk mengejar tuntutan kejahatan perang terhadap Israel.

“Kami saat ini mengirimkan sekitar $ 400 juta dolar dari pembayar pajak AS kepada Otoritas Palestina,” demikian kata Paul seperti dikutip, menambahkan “tentu saja, kelompok yang mengancam Israel tidak dapat menjadi sekutu AS, saya akan terus melakukan segalanya dalam kekuasaan saya untuk memastikan presiden dan Kongres ini berhenti memperlakukan musuh-musuh Israel sebagai sekutu Amerika. ”

Berita itu datang setelah pada hari Sabtu Israel mengumumkan bahwa ia akan menahan 500 juta shekel ($ 125 juta) dana pajak bulanan yang dikumpulkan atas nama Palestina, sebagai pukulan terhadap pemerintahan Abbas yang kekurangan uang.

Pada hari Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menerima permintaan PA untuk bergabung ICC, setelah pengajuan terakhir pada tanggal 2 Januari permintaan resmi untuk bergabung dengan pengadilan Den Haag dalam sebuah langkah yang membuka jalan bagi mereka untuk mengajukan gugatan terhadap para pejabat Israel atas kejahatan perang di wilayah-wilayah pendudukan.

Saeb Erekat, anggota Komite Eksekutif PLO dan mantan ketua negosiator Palestina dalam perundingan damai dengan Israel, mengatakan kepada harian Israel Haaretz bahwa langkah itu adalah “perampokan di siang bolong dan suatu tindakan yang lebih tepat untuk bajak laut dan bukan untuk pemerintah.”

“Ini adalah uang Palestina dan oleh karena itu keputusan pemerintah Israel dan [Perdana Menteri Benjamin] Netanyahu untuk membekukannya adalah bertentangan dengan hukum internasional dan itu membuktikan kebenaran permintaan kami kepada Mahkamah Pidana Internasional,” kata Erekat. “Apa yang Israel lakukan adalah kejahatan perang yang bergabung dengan kejahatan yang telah dilakukan terhadap rakyat Palestina.”

Mesir benar-benar menghancurkan Rafah

Sementara itu, dalam upaya yang akan meningkatkan penderitaan rakyat Palestina, pemerintah Mesir dikatakan menghancurkan kota Rafah di perbatasan dengan Jalur Gaza.

Dalam konferensi pers hari Rabu, gubernur distrik Sinai Utara Abdul Fattah Harhour mengatakan akan perlu untuk benar-benar menghapus kota Rafah untuk menciptakan zona penyangga di perbatasan dengan Gaza.

Pernyataan gubernur itu dikeluarkan menjelang tahap kedua evakuasi rumah Rafah dalam persiapan untuk membuat zona penyangga antara Mesir dan Gaza.

“Sebuah kota Rafah baru sedang dibentuk dengan zona perumahan yang sesuai dengan sifat dan tradisi penduduk Rafah,” kata Harhour, membenarkan bahwa unit teknik telah dihubungi untuk mulai bekerja pada kota baru.

Mesir mulai bekerja di zona itu pada akhir Oktober dengan dalih membendung para mujahidin yang dilaporkan menyusup Semenanjung Sinai Mesir dari seberang perbatasan.

Para Mujahidin telah meningkatkan serangan mematikan terhadap pasukan Mesir di Sinai sejak militer menggulingkan presiden Islam Mohammed Mursi pada Juli 2013 setelah protes massal menuntut diakhirinya kekuasaan Islamnya selama satu tahun itu.

Sejak itu, sumber-sumber politik Mesir mengatakan bahwa kontak dengan Hamas telah terputus, Mesir membenarkan “menjaga jarak” dari berkomunikasi langsung dengan faksi perlawanan dengan mengatakan “lebih suka berurusan dengan masyarakat Palestina melalui Presiden Mahmoud Abbas saja,” tambah sumber tersebut.

Pada akhir November, Amnesty International mengecam tindakan Mesir membongkar ratusan rumah dan menyerukan untuk menghentikan “penggusuran tidak sah” penduduk untuk menciptakan zona penyangga dengan Jalur Gaza.

Lebih dari 800 rumah sedang dibongkar dan 1.100 keluarga diungsikan untuk membangun zona penyangga dengan lebar 500 meter dan panjang 13,5 kilometer.

Sumber: Al-Akhbar, Published Thursday, January 8, 2015

Tags: , ,

Leave a Reply

WordPress spam blocked by CleanTalk.