Isaac Herzog, Ketua Partai Zionist UnionKantor beita Qodsna (8/11) melaporkan, Isaac Herzog, Ketua Partai Zionist Union, Senin (7/11) menyinggung rekam jejak Israel yang selalu ikut campur dalam pemilu di Amerika.

Ia menuturkan, baru-baru ini sejumlah informasi yang berhasil diperoleh menunjukkan intervensi para petinggi Israel dalam pemilu presiden Amerika lewat orang-orang dekat rezim itu di negara itu.

Herzog menambahkan, petinggi Israel termasuk Perdana Menteri dan orang-orang dekatnya berusaha mencampuri pemilu presiden Amerika dan mempengaruhinya.

Bulan lalu, Donald Trump dan Hillary Clinton, kedua kandidat capres Amerika dalam pertemuan dengan Benyamin Netanyahu, PM Israel menekankan berlanjutnya dukungan Amerika atas Israel.

Clinton berjanji, akan berusaha keras melawan upaya-upaya untuk membuktikan bahwa Israel adalah rezim ilegal.

Sementara Trump berjanji, jika terpilih dalam pilpres Amerika dirinya akan mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibukota permanen Israel.

Para pengamat meyakini bahwa janji kedua kandidat capres Amerika kepada Israel muncul karena keduanya menganggap masalah ini sebagai biaya bagi kemenangan mereka.

Berdasarkan kesepakatan 10 tahun yang ditandatangani George Bush, mantan Presiden Amerika dengan Israel, Washington sejak tahun 2007, setiap tahun mengucurkan dana bantuan militer kepada Israel sebesar 3,1 milyar dolar.

Jumlah bantuan itu baru-baru ini dan untuk ke depannya, meningkat sebesar 3,8 milyar dolar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WordPress spam blocked by CleanTalk.