deklarasi-jakarta-2

Thaer Alsikh, Sabir Karbalai, Edgardo Ruben Assad, Syaikh Yusuf, Mujtahid Hashem, Mohd Azmi Abdul Hamid, Feroze Mithiborwala, Syekh Ali Akbar Albinal, Ma’ruf Pancasila

Setelah sehari mengikuti konferensi internasional untuk hak rakyat Palestina di Nusantara V Gedung MPR/DPR-RI, Senayan Jakarta, para peserta dan delegasi dari berbagai negara mengukuhkan kembali komitmen terhadap Deklarasi Jakarta.

Dalam siaran persnya Jumat 8 Desember 2017, mereka menyatakan:

Kami peserta Konferensi Internasional Palestina, “Membela Hak Bangsa Palestina” dalam rangka “100 tahun Peringatan Deklarasi Balfour dan 100 Tahun Perlawanan Bangsa Palestina”:

  1. Mujtahid Hashem (Direktur Voice of Palestine, Indonesia)
  2. Thaer Alsikh (Palestina)
  3. Edgardo Ruben Assad (The Latin League to Return to Palestine, Argentina),
  4. Feroze Mithiborwala (Palestine Solidarity Forum, India)
  5. Syaikh Yusuf (Coordinator of the Global Campaign to return to Palestine, Libanon)
  6. Mohd Azmi Abdul Hamid-(MAPIM, Malaysia)
  7. Syekh Ali Akbar Albinal (Palestine Fondation, Filipina)
  8. Ma’ruf Pancasila (Direktur Religious Democracy Institute, Indonesia)
  9. Sabir Karbalai (Palestne Fondation, Pakistan)

Menyatakan:

  1. Konferensi ini memutuskan untuk terus mendukung perjuangan pembebasan Palestina dengan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukotanya. Kami menyerukan kepada rakyat dan negara-negara di dunia untuk terus mendukung Rakyat Palestina dan Intifadah Global. Perlawanan Global untuk mendirikan sebuah negara berdaulat yang independen dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Dimana orang-orang Palestina dari semua agama hidup berdampingan , saling menghormati dan setara di perbatasan 1948 di tanah historis Palestina. Ini termasuk semua Muslim, Kristen & Yahudi dan tidak termasuk migrasi Yahudi dari berbagai negara lain ke Palestina pada tahun 1917 atau sebelumnya.
  2. Konferensi ini dengan tegas mengecam pernyataan Presiden AS Trump dimana dia mengakui Yerusalem sebagai ibukota Rezim Zionis Israel. Keputusan Trump adalah ilegal dan pelanggaran mencolok terhadap semua hukum internasional dan resolusi PBB. Sebagian besar negara telah menolak keputusan Trump. Keputusan Trump menimbulkan ancaman bagi kota suci Yerusalem karena Yahudisasi yang terus berlanjut merupakan bahaya yang jelas dan nyata bagi Masjid suci Al-Aqsa, Kubah Batu, Gereja Makam Suci dan semua situs Islam dan Kristen lainnya.
  3. Keputusan Trump dalam perkiraan kami adalah Deklarasi Balfour Kedua dan dengan demikian memiliki tanda dan konsekuensi yang tidak menyenangkan bagi bangsa Palestina dan dunia pada umumnya.
  4. Tidak diragukan lagi, keputusan Trump adalah bentuk provokasi dan berdampak pada protes di seluruh Palestina & dunia. Dengan demikian menandai dimulainya INTIFADA KETIGA dan perlawanan Bangsa Palestina & Perlawanan Global harus teguh berdiri di tempat kami.
  5. Kami menghimbau kepada Pemerintah berbagai negara untuk mengutuk & mencela keputusan sepihak Trump, menuntut agar Duta Besar AS meninggalkan negara mereka. Kami juga menghimbau gerakan solidaritas di seluruh dunia untuk melakukan demonstrasi di luar Kedutaan Besar AS & Konsulat.
  6. Oleh karena itu kami juga memutuskan untuk menyelenggarakan GLOBAL MARCH TO JERUSALEM KE-2 pada tahun 2018, sebuah pertemuan persiapan yang akan diadakan di Beirut, Lebanon.
  7. Seluruh dunia menyaksikan fakta bahwa Deklarasi Balfour telah terbukti menjadi bencana genosida, sebuah “Nakba” untuk bangsa Palestina selama 100 tahun terakhir. Kami dengan suara bulat menyatakan bahwa deklarasi Balfour adalah kejahatan yang tidak dapat diampuni terhadap negara Palestina dan dengan demikian menuntut agar pemerintah Inggris meminta maaf atas kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan.
  8. Kami mengutuk keras pendudukan dan penindasan sehari-hari yang dihadapi oleh orang-orang Palestina yang ditimpakan kepada mereka oleh rezim penjajahan Zionis Israel apartheid.
  9. Kami menyerukan kepada semua gerakan solidaritas Internasional untuk Palestina, semua organisasi masyarakat sipil, LSM, aktivis Hak Asasi Manusia & Perdamaian untuk mulai bekerja, bersatu dan mendukung Perlawanan Palestina melawan pendudukan Zionis imperialis untuk membela dan melindungi kota suci Jerusalem yang menjadi warisan kemanusiaan bersama.
  10. Kami secara khusus menyerukan kepada dunia Muslim untuk mempersatukan dan mengalahkan semua kekuatan yang menyebarkan perpecahan, perpecahan di antara negara-negara Muslim dan maju untuk mempersatukan & menjalankan kewajiban Islam kita untuk pembebasan Palestina dan kota suci Yerusalem.
  11. Kami mendukung Hak Kembali semua pengungsi Palestina yang telah dibersihkan secara etnis oleh Zionis. Kami juga menyerukan agar berakhirnya pengepungan jalur Gaza dan segera berakhirnya pembangunan semua Permukiman di Tepi Barat.

Ketua panitia penyelenggara, Ir. Mujtahid Hashem, Direktur Voice of Palestine mengatakan akan menyimpan dan  mengarsipkan DEKLARASI JAKARTA sebagai aset nasional. Dalam beberapa bulan ke depan akan dipersiapkan pertemuan lanjutan untuk melaksanakan agenda-agenda yang sudah disepakati.

Comments are closed.