deklarasi-jakarta

Mujtahid Hashem, Edgardo Ruben Assad, Feroze Mithiborwala, Syaikh Yusuf, Sabir Karbalai, Din Syamsuddin, Mohd Azmi Abdul Hamid, Syekh Ali Akbar Albinal, Thaer Alsikh, Soroush Nejad

Lebih kurang 500 peserta dari berbagai daerah menghadiri Konferensi Internasional untuk Hak Rakyat Palestina, dengan tema “Balfour Declaration, 100 Years of Zionist Colonization, 100 Years of Resistance”.  Konferensi ini berlangsung pada tanggal 7-8 Desember 2017 di Nusantara V, Gedung MPR/DPR, Senayan dan dilanjutkan di Hotel Sultan, Jakarta. Acara ini diorganisir oleh Voice of Palestine-Indonesia didukung penuh oleh Mer-C, International Union of NGO’s to Support right of the Palestinians, dan The Global Campaign to Return to Palestine.

Acara dibuka oleh ketua panitia Ir. Mujtahid Hashem, Presiden Voice of Palestine, diteruskan dua pembicara sebagai keynote speaker; Dr. H Zulkifli Hasan, (Ketua MPR), dan Dr. Zahra Musthafavi Khomaini (Sekretaris Jenderal Forum Internasional untuk Membela Hak Palestina).

Selanjutnya acara dibagi menjadi dua sesi diskusi oleh pembicara dari 8 negara yang dipandu oleh M. Ma’ruf Pancasila:

 Sesi 1

  1. Dr. Muhydin Junaidi (Hubungan Internasional, Majelis Ulama Indonesia).
  2. Ferose Mithiborwala (Palestine Solidarity Campaign, India)
  3. Syekh Ali Akbar Albinal (Palestine Foundation Filipina)
  4. Mohd Azmi Abdul Hamid (MAPIM, Malaysia)
  5. Syaikh Yusuf (Coordinator of the Global Campaign to Return to Palestine, Lebanon)
  6. Dr. Sabir Karbalai (Palestine Foundation, Pakistan)
  7. Edgardo Ruben Assad  (The Latin League to return to Palestine-Argentina)

Sesi 2

  1. Thaer Alsikh (Gaza-Palestina)
  2. Ir. Sayuti Asyathri (Intelektual Muslim dan anggota parlemen-Indonesia)
  3. Dr. Ahmad Soroush Nejad (Zaituna Institute, Iran)
  4. Irman Abrurrahman (Divisi Riset Voice of Palestine-Indonesia)
  5. Dr. Shakibaei (NGO Union fo Palestine-Iran)

Adapun tema-tema yang dibahas adalah;

  1. 100 tahun Deklarasi Balfour dan dampaknya terhadap masyarakat Palestina.
  2. Deklarasi Balfour menurut perspektif hukum internasional.
  3. Otokritik terhadap 100 tahun perlawanan dan intifada kontemporer.
  4. 100 tahun Deklarasi Balfour dan kolonisasi zionis.
  5. Deklarasi Balfour, Perjanjian Skes-Picot dan agenda kontemporer zionis dalam membuat peta baru Timur Tengah.
  6. Penurunan geopolitik dan masa depan zionis Israel.
  7. Agenda dekolonisasi untuk mengamankan hak Palestina.
  8. Media dan pembangkitan masyarakat sipil dalam mendukung hak Palestina.
  9. Proses perdamaian dan solusi satu negara Palestina.

Konferensi ini merupakan peringatan bagi negara-negara yang merayakan 100 tahun Deklarasi Balfour. Sebuah perayaan deklarasi bagi dimulainya proyek hak nasional bagi orang Yahudi di atas tanah milik Palestina. Perayaan ini sekaligus pernyataan tegas dan terbuka bagi dukungan Inggris terhadap kolonisasi, yang kemudian diwariskan pada AS, Eropa dan seluruh aliansinya. Merayakan Deklarasi Balfour sama artinya melegalkan penindasan, kolonialisme atas nama masyarakat internasional di dunia modern.

Sementara bagi rakyat Palestina dan pendukungnya, 100 tahun artinya sejarah perlawanan terhadap Israel dan seluruh aliasinya. Sebagai bagian dari dukungan terhadap bangsa Palestina maka konferensi ini menghasilkan Deklarasi Jakarta (JAKARTA DECLARATION 7th December 2017) sebagai bentuk perlawanan (counter attack) terhadap BALFOUR DECLARATION 1917.

Hasil deklarasi ini disahkan oleh ketua sidang Feroze Mithiborwala (India), didukung secara penuh oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina dan seluruh perserta konferensi.

Berikut poin-poin dari Deklarasi Jakarta :

Kami sebagai peserta konferensi Internasional yang berlangsung pada tanggal 7-8 Desember 2017 dengan delegasi dari Palestina, Argentina, Filipina, Malaysia, India, Lebanon, Suriah,  Iran dan Pakistan menyatakan:

Konferensi ini akan terus mendorong bagi dukungan pembebasan Palestina dengan Jerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota. Kami menyerukan seluruh masyarakat dan negara di seluruh dunia untuk terus mendukung bagi rakyat Palestina dan gerakan global Intifada. Sebuah pengukuhan perlawanan bagi kedaulatan kemerdekaan negara Palestina dengan Jerusalem sebagai ibukotanya. Dimana seluruh warga Palestina hidup damai, setara dan saling menghormati dengan perbatasan sejak 1948 di tanah historis Palestina. Termasuk seluruh muslim, Kristen dan Yahudi dan tidak termasuk imigran Yahudi dari berbagai negara pindah ke Palestina sejak 1917 atau sebelumnya.

  1. Konferensi ini mengecam pernyataan Presiden USA Trump yang menyatakan Jerusalem sebagai ibu kota rezim zionis Israel. Keputusan ini adalaah ilegal dan melanggar seluruh hukum internasional dan resolusi PBB. Mayoritas seluruh negara menolak keputusan Trump. Keputusan Trump telah mengancam kota suci Jerusalem, dan merupakan bentuk kelanjutan Yahudisasi yang terang dan berbahaya bagi masjid suci Alqsa, Kubah Batu, Gereja Makam Suci dan semua situs Islam dan Kristen lainnya.
  2. Seluruh dunia menyaksikan fakta bahwa Deklarasi Balfourd merupakan bukti sebuah bencana, Nakba (duka) bagi orang Palestina selama 100 tahun terkahir. Kami dengan suara bulat menyatakan bahwa deklarasi Balfour adalah kejahatan terhadap negara Palestina yang tidak dapat diampuni dan dengan demikian menuntut agar pemerintah Inggris meminta maaf atas kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan.
  3. Kami sangat mengutuk pendudukan dan penindasan sehari-hari yang dihadapi oleh orang-orang Palestina yang ditimpakan kepada mereka oleh rezim  apartheid Zionis Israel.
  4. Kami menyerukan kepada seluruh gerakan solidaritas Internasionl untuk Palestina, semua organisasi masyarakat sipil, LSM, aktivis Hak Asasi Manusia & Perdamaian untuk berkumpul, bersatu dan mendukung Perlawanan bangsa Palestina melawan pendudukan Zionis imperialis untuk membela dan melindungi kota suci Yerusalem yang menjadi warisan kemanusiaan dunia.
  5. Kami secara khusus menyerukan kepada dunia Muslim untuk bersatu dan mengalahkan semua kekuatan yang menyebarkan perpecahan di antara negara-negara Muslim dan terus maju kedepan untuk mempersatukan & menjalankan kewajiban agama Islam kita untuk pembebasan Palestina dan kota suci Yerusalem.
  6. Kami mendukung Hak Kembali semua pengungsi Palestina yang telah mengalami pembersih etnis oleh rezim zionis.
  7. Kami juga menyerukan berakhirnya pengepungan jalur Gaza dan pembangunan semua Permukiman di Tepi Barat.