sodarasodari

VOP Online- Tidak seperti biasanya acara 63 tahun peringatan Nakba tahun ini, VOP mencoba menawarkan dengan konsep lain. Peringatan ini kemas dalam bentuk konser kemanusian dengan mendatangkan band Yogya selaku tuan rumah dan band tamu dari Jakarta. Selasa sore 17 Mei  2011, pukul 14.00 WIB acara dimulai dengan konvoi  dari lapangan lembah depan Fakultas Filsafat UGM.Malam harinya, di depan lapangan parkir lembah UGM , cuaca cukup terang, bendera Palestina dan Indonesia berdiri gagah berkibar-kibar mengelilingi lapangan. Tepat pukul  20.00 WIB acara di buka oleh Hedi, seorang penyiar TV lokal Yogya. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesi Raya, dilanjutkan dengan pemutaran film nakba, sekitar 20 menit dengan layar ukuran 4 x 6 m2.

Azam, salah satu peserta dari Purwokerto  mengaku merinding saat menyaksikan traged Nakba. Sebagai band pembuka, Sande Monink menyanyikan beberapa lagu dari Iwan Fals, seperti ”perang” Michael Heart “we will not go down”. Malam semangat hangat setelah band tamu dari Jakarta “Sodarasodari” naik keatas panggung menyanyikan lagu “Give A Peace to The World”. Lagu ini adalah salah satu dari sepuluh kompilasi lagu Palestina yang disponsori oleh VOP yang dimaksudkan sebagai media kampanye.

Penampilan selanjutnya dari John Tobing, pengarang lagu “darah juang“, lagu wajibnya anak-anak kiri, dengan solo gitar pria yang sudah baya ini masih tetap semangat menyanyikan lagu darah juang. Sebagai penutup, band asal Purwokerto dengan hanya dua personel menyanyikan lagu Palestina ciptaan sendiri dan selanjutnya performa dari Family Metal, band asal Temanggung. Penonton sempat merengsek maju mendekati panggung menyaksikan atraksi sang gitaris sekaligua vokalis, Yuris. Dengan gaya uniknya Yuris menafsirkan tagline spanduk, LAWAN, KEMBALI, MERDEKA. Lawan Israel, lawan kapitalis, kembalikan jutaan pengungsi, dan merdekakan Palestina,

“Merdekakan segala macam penindasan di atas bumi. Kami adalah komunitas musik metal, musik untuk perlawanan!” teriak Yoris. Panitia juga membagikan bingkisan berupa buku bagi setiap band yang tampil.

Usai acara John Tobing, salah satu tokoh pergerakan juga pengarang lagu Darah Juang memberi komentar dan semangat, “Zionis telah merebut tanah Palestina dengan cara biadab, Palestina harus terus berjuang, cari dukungan dari negara lain sebanyak mungkin.”

Amir, manager band Family Metal berkomentar, Faily Metal Temanngung  menyatakan, bahwa penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan.

Leave a Reply

WordPress spam blocked by CleanTalk.