delegasi

Hari Kamis 7 Desember 2017, Senayan bergema. Masyarakat yang tergabung dalam Voice of Palestine, Mer-C, dan International Union of NGO’s menggelar Konferensi Internasional untuk menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina tepat di jantung parlemen Indonesia, di Nusantara V Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Acara yang bertema “Balfour Declaration, 100 years of Zionist Colonisation, 100 years of Resistance” ini digelar untuk memperingati 100 tahun Deklarasi Balfour.

Deklarasi Balfour adalah awal mula perampasan tanah Palestina oleh Zionis Israel dalam bentuk pernyataan tegas atas dukungan Inggris terhadap aksi kolonialisasi yang dilakukan Israel. Bagi rakyat Palestina ini merupakan 100 tahun sejarah perlawanan (intifada) terhadap penjajah Israel dan seluruh aliansinya.

“Ini adalah peringatan 100 tahun zionisme di seluruh dunia. Jadi, bukan hanya di Indonesia. Peringatan ini merupakan aksi protes pada pemerintah Inggris dan aliansinya yang memberi tanah bangsa Palestina kepada Yahudi dan mengusir orang Palestina di tanahnya,” kata Direktur Voice of Palestine Indonesia, Mujtahid Hashem  dalam pidato sambutannya.

Namun sayang, di tengah peringatan 100 tahun zionisme oleh berbagai elemen masyarakat dunia, rakyat Palestina kembali terluka dengan pengakuan Yerusalem menjadi ibu kota Israel oleh Presiden AS Donald Trump.

Peristiwa ini disinggung oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai pembicara pembuka dalam konferensi ini. Sebagai ketua parlemen, Zulkifli Hasan mengaku sepenuhnya mendukung kemerdekaan Palestina dan Indonesia, ujar dia, juga mengecam pernyataan sepihak Donald Trump atas pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan Trump ini jelas akan membahayakan keamanan dunia.

Selain pembicara dari kalangan aktivis Palestina dan anggota parlemen di Indonesia, konferensi juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi mancanegara. Mereka antara lain adalah Dr. Zahra Musthafavi Khomeini dari NGO’s Forum on Defending Palestinian Right (Iran), Feroze Mithiborwala dari Palestine Solidarity Campaign (India), Dr. Ahmad Soroush Nejad dari Zaituna Institute (Iran), Dr. Sabir Karbalai dari Palestine Fondation (Pakistan), Syekh Ali Akbar Albinal dari Palestine Fondation (Filipina), Mohd Azmi Abdul Hamid dari MAPIM (Malaysia), dan Syaikh Yusuf yang merupakan koordinator The Global Campaign to Return to Palestine (Lebanon).

Salah satu pembicara mancanegara yang menjadi magnet dalam acara ini adalah putri Imam Khomeini, Dr. Zahra Musthafavi Khomeini yang telah aktif membela Palestina selama puluhan tahun.

Selaku Sekjen NGO’s Forum on Defending Palestinian Right ia mengatakan, “Kami tetap akan berjuang untuk Palestina walaupun terus saja menghadapi tekanan. Organisasi dan gerakan anti Israel di dunia sebenarnya sangat banyak dan masing-masing memiliki kekuatan yang diperhitungkan. Namun, problema yang muncul adalah kebanyakan dari mereka berjalan sendiri-sendiri.”

Karena itu, dalam berbagai forum Zahra Musthafavi tidak lelah-lelahnya selalu mengajak lembaga-lembaga tersebut untuk bersatu dalam misi kemanusiaan menghancurkan Zionis Israel. Adanya dukungan dari masyarakat internasional adalah amunisi yang ampuh bagi perjuangan rakyat Palestina dalam melawan kejahatan dan kriminal yang dilakukan rezim zionis.

zahra-zulkifli

Dr Zahra Musthafavi, Dr.Zulkifli Hasan, dan Ir.Sayutri Asyathri

Sementara itu salah satu tokoh Indonesia yang merupakan utusan khusus Presiden RI untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban, yang juga mantan Ketua MUI dan Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung segala upaya untuk memerdekakan Palestina tidak perlu diragukan lagi. Ia mencontohkan bagaimana sikap Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi yang langsung bereaksi keras mengecam Presiden AS Donald Trump setelah Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Syal kefiyeh yang dikenakan oleh Menlu Retno saat mengecam Trump adalah simbol yang nyata keberpihakan pemerintah Indonesia untuk Palestina.

Konferensi ini ditutup dengan sebuah Deklarasi Jakarta yang mengutuk segala aksi zionisme Israel dan aliansinya, termasuk aksi ilegal Trump soal ibu kota Yerusalam dan mengajak semua elemen masyarakat dunia untuk melawan. Deklarasi ini dibacakan oleh perwakilan panitia dan diamini oleh seluruh pembicara dan peserta konferensi.

Comments are closed.