Apa yang ingin kau sampaikan untuk teman-teman ku di Surapati Razan? Bukankah pesanmu dah sampai, Razan yang kita semua sayang. Aku telah dengar Kau teguk anggur lewat sniper gunakan dumdum bullet, Yang dalam kondisi perang pun juga tak dibolehkan, Meski kau dengan baju putihmu diproteksi konvensi internasional yang tak boleh diganggu meski dalam perang, Bahkan Kau hanya tim Medis demonstrasi menuntut hak pulang…

Bukan itu maksudku saudaraku. Bukan pesan itu..Lalu apa Razan yang mesti kuucap dan kusampaikan. Aku bilang Razan tak butuh empati mu. Tapi kita butuh empatinya, betapa tidak banyak dari kita yang mati sia-sia dan disesalkan, Mati karena narkoba atau karena balap liar, Sedangkan Razan yang muda capai kematian puncak tuk kemanusiaan, Ya kita yang butuh empati Razan. Aku perlu belajar dari Razan akan kesabaran dan tanggung derita tuk terus berjalan, Aku perlu belajar hingga Aku punya keberanian tanggung beban. Hingga berani korbankan meski jiwaku lepas dari raga, Aku butuh ilmu dari mu Razan..Hingga benar-benar yakin Ada hidup disana sebagimana janji Dia yang mematikan dan menghidupkan… Kau pun senyum menjemput cawan syahadah..

Razan Aku tak pintar rangkai kata..Aku pun takut untaian kataku membatasi kekuatanmu meski kau gadis yang lembut..Yang Aku yakin darahmu kan menyemai jiwa yg rapuh, Darahmu jadi dasar peradaban manusia tuk mencintai manusia dan keadilan..dan Darahmu yang wangi bisa runtuhkan angkara murka..selamat jalan Razan menuju cinta dan keabadian…dan Akupun berdoa semoga Kau dibangkitkan lagi tuk sampaikan pesanmu yang tak mampu Kusampaikan bersama Sang pewaris bumi..Ya Sahibaz zaman al-ghauts, adrikni, assa’ah, al’ajal, bihaqqi Muhammad waalihittahiriin..

Tags:

Comments are closed.