alquds2011

VOP Online- Sekitar empat ratus peserta menghadiri acara peringatan hari Al-Quds Internasional di Jakarta di Gedung Sucofindo, Jakarta selatan 21/8. Peringatan pada tahun ini cukup istimewa dan menarik para peserta untuk datang karena berbarengan dengan gejolak kebangkitan Islam di Timur Tengah. Acara dibuka dengan pemutaran film “Kembang Jiwa” yang bercerita tentang pentingnya memperingati Al-Quds di setiap jumat terakhir bulan romadhan. Imam Khomeini sang pencetus ide ini bermaksud mendobrak kebuntuan lembaga-lembaga Internasional dalam menyelesaian penjajahan Israel atas Palestina.

Akan tetapi, kata Sayuti, negara yang membantu Israel pasti kena kutukan, AS terkena krisis, gaji presiden AS berasal dari utang Cina, dan kemungkinan nanti kapal-kapal induk AS akan berhenti jadi rongsokan karena tidak ada uang untuk memeliharanya.

Seruan Imam Khomeini ini menggema di seluruh dunia, di mana jumlah peserta aksi naik setiap tahun di berbagai negara; Eropa, Afrika dan Asia. Pesan Imam Khomeini dalam film ini adalah bahwa peringatan Al-Quds sebagai simbol perlawanan kaum tertindas dunia melawan sang penindas (Israel-AS). Juga ada pesan dari murid sang Imam, Murtadha Mutohari, bahwa wajib bagi setiap muslim untuk membantu Palestina, kewajiban ini sebagaimana kewajiban shalat, puasa,

“Demi Allah,” kata Murthada, “setiap muslim ketika di akhirat akan ditanya tentang bantuan kita terhadap bangsa Palestina”.

Acara dilanjutkan dengan pidato dari ketua Komis I DPR RI, Drs. H. Mahfudz Siddiq, M.Si. Dalam pidatonya  dia mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika; kadang juga disebut Konferensi Bandung), adalah  sebuah konferensi tingkat tinggi yang diselenggarakan negara-negara Asia dan Afrika, yang saat itu kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KTT ini diselenggarakan dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Semangat solidaritas dari KTT Bandung, kata Mahmud, hendaknya kita pelihara terus dalam membantu bangsa Palestina memperolah kemerdekaannya. Dalam dialog publik, pernyataan Mahfudz Siddiq ini diamini oleh Dubes Iran, Mahmoud Faranzadeh. Konferensi Bandung adalah momen  bagi solidaritas untuk membantu yang tertindas, seperti halnya seruan Al-Quds dari mendiang Imam Khomeini, Al-Quds juga merupakan penumbuhan rasa solidaritas untuk membantu kaum tertindas dunia, khususnya bangsa Palestina.

Faranzadeh menambahkan, persoalan Palestina bukan hanya milik kaum tertindas tapi menjadi tanggung jawab umat. Semua umat yang beriman mempunyai tanggug jawab terhadap Palestina. Kecintaan terhadap Palestina adalah hati yang membara bagi kaum muslimin. Penjajahan Palestina penuh dengan masalah krisis kemanusiaan dan kemunafikan. Sedangkan kemunafikan lebih berbahaya bandingkan dengan kekafiran, dan sumber kemunafikan adalah Israel dan AS.

Hal yang berbeda disampaikan oleh Dr. Muqoddam Cholil, ketua KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina). Cholil lebih banyak bicara tentang pengaruh Kebangkitan Islam terhadap perjuangan bangsa Palestina. Kebangkitan Islam Timur tengah menurutnya, mempunya indikasi yang baik bagi perjuangan Palestina. Negara Arab pada umumnya tidak membantu Palestina karena ketakutan jatuhnya kekuasaan mereka, akan tetapi dengan izin Allah, revolusi terjadi, banyak rezim-rezim boneka Israel-AS jatuh dan hal ini membuat takut Israel.

Kesimpulan dari analisis Cholil adalah barangsiapa yang membantu Palestina akan mendapatkan keberkahan dan barangsiapa yang mengkhinati akan tersungkur dalam jurang kehinaan. Mubarok adalah contoh nyata, dia tersungkur dengan terhina karena membantu Israel. Israel dan rezim Mubarok dulu selalu mengganggu rekonsiliasi Fatah dengan Hamas. Akan tetapi berkat revolusi Mesir, Hamas dan Fatah dapat bersatu.

Beda lagi dengan ketua PDK (Parta Demokrasi Kebangsaan), Ir. Sayuti Asyathri. Ia mengatakan, “Saya mengikuti Palestina sejak SMA, bagaimana Yasser Arafat keluar masuk, cium pipi kanan, pipi kiri, bolak-balik, sampai pipi Yaser Arafat tipis gara-gara terlalu banyak diplomasi, akan tetapi Israel tetap berdiri.”

Palestina hanya jadi komoditas bagi setiap pemilihan presiden AS, dan AS terus berkoar akan membebaskan negara-negara arab dari ketertindasan dengan demokrasi, akan tetapi itu semua itu bohong belaka. AS hanya memelihara rezim di negara timur tengah sesuai dengan kepentingannya, dan sekarang masih mengupayakan agar pergantian rezim sesuai dengan kepentinganya dengan membonceng gejolak Timur Tengah.

Akan tetapi, kata Sayuti, negara yang membantu Israel pasti kena kutukan, AS terkena krisis, gaji presiden AS berasal dari utang Cina, dan kemungkinan nanti kapal-kapal induk AS akan berhenti jadi rongsokan karena tidak ada uang untuk memeliharanya. Ada lima negara yang bisa diharapkan memberi solusi untuk Palestina, tambah Sayuti, Arab Saudi, AS, Israel, Iran, dan Indonesia. Indonesia bisa mengawal negara lain untuk menyelesaikan Palestina karena kekuatan Pancasila tambahnya.

Para peserta peserta cukup antusias menyimak, salah seorang peserta Siddiq dari bogor, menanyakan sikap tegas bangsa Indonesia mensikapi voting kemerdekaan Palestina di PBB. Kemudian mempertanyakan sikap tegas peserta dalam boikot produk Israel. “Saya membaca brosur VOP untuk memboikot produk Israel, di antaranya produk susu Nestle.  Bagaimana bisa, pekerjanya orang Indonesia, dibeli orang Indonesia, dan keuntunganya untuk membunuh warga Palestina”, Siddiq merasa heran dengan fenomena ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan buka bersama sambil menikmati musikalisasi puisi diiringi salah satu personal dari band Elka, Khidir . Peringatan A-Quds tahun 2011 ini diselengarakan oleh VOP bekerjasama dengan KAHMI Depok, Garda Suci Merah Putih, dan Divisi Luar Negri Ahlul Bayt (AB) Indonesia. Peringatan Al-Quds ini merupakan acara tahunan yang diselenggarkan VOP, puncaknya aksi turun ke jalan pada Jumat, 26/8 di depan dubes AS. (VOP/ab)

Tags: ,

Leave a Reply

WordPress spam blocked by CleanTalk.