vop-fatah

Gayung Deklarasi Jakarta 712 terus bersambut. Kali ini datang dari Pondok Pesantren (ponpes) Al-Fath (Shuffah Hizbullah), Cileungsi, Bogor. Pesantren yang telah memiliki jaringan Islam global hingga ke Palestina ini mengundang wakil delegasi Deklarasi Jakarta untuk bersilaturahmi dalam acara peresmian posko baru mereka untuk Palestina.

Hadir sebagai tamu undangan antara lain Ir. Mujtahid Hashem dari Voice of Palestine Indonesia, Dr.Edgardo Ruben dari The Latin League to return to Palestine, Argentina, dan Dr. Syeikh Yusuf dari Global Campaign to Return to Palestine, Lebanon.

Kiprah Ponpes Al-Fath dalam aksi memperjuangkan kemerdekaan Palestina sudah tidak diragukan lagi. Pesantren ini telah memiliki unit kampanye khusus Al-Aqsa dengan nama Al-Aqsa Working Grup yang diperkuat dengan media online Radio Silaturahmi (Rasil). Bahkan tidak sedikit orang-orang dari tanah Palestina yang menyempatkan singgah di pesantren ini untuk bersilaturahmi. Karena itu, tidak heran jika peluncuran Deklarasi Jakarta dari Gedung DPR/MPR tanggal 7 Desember 2017 yang lalu sangat disikapi positif oleh para pengurus pesantren ini.

Pada kesempatan tersebut, ketiga pembicara didaulat untuk memaparkan apa yang menjadi tujuan Deklarasi Jakarta 71217 kepada para santri yang hadir sesuai kapabilitasnya masing-masing.

Ir.Mujtahid misalnya, memaparkan konsep One State Solusion sebagai harga mati bagi kemerdekaan Palestina. Ia merujuk pada fakta sejarah bagaimana Israel datang sebagai perampok yang mencaplok bangsa Palestina dengan paksa. Karena itu tak ada secuilpun tanah di Palestina yang boleh menjadi hak Israel.

Sementara Dr.Yusuf mengajak umat untuk bersatu melawan Israel, melupakan perbedaan mazhab. Karena fakta di lapangan membuktikan bahwa ketika umat bersatu, maka Israel akan ciut nyalinya dan mudah dikalahkan.

Sedangkan Dr.Edgardo kembali menegaskan perlunya kampanye media untuk menguatkan perjuangan bangsa Palestina. Selama ini media-media mainstream Barat yang mendominasi media global telah membentuk opini menyesatkan tentang fakta sebenarnya yang terjadi di Palestina. Ini harus dilawan, sehingga persepsi masyarakat Barat bisa diluruskan sehingga menjadi modal bagi perjuangan bangsa Palestina.

Acara silaturahmi yang berlangsung singkat ini ditutup dengan pembukaan posko Palestina oleh Sekjen Al-Fatah, Ust. Agus Sudarmadji dan pemberian cinderamata kepada para tamu undangan.

vop-alfatah

Comments are closed.