Fraksi-Islam-Bersatu

GazaCity, LiputanIslam.com – Faksi-faksi pejuang Palestina menegaskan bahwa serangan balasan Hizbullah di kawasan pertanian Shebaa, Lebanon Selatan, terhadap kejahatan Israel di Quneitra, Suriah, telah menjadi garis penentuan masa depan politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta membuktikan bahwa kubu muqawamah (perlawanan) dapat bereaksi kapanpan kubu ini menghendakinya. Demikian dilaporkan situs berita Palestina, Falastin al-Youm, Rabu (28/1/2015).

Pernyataan itu dikemukakan dalam sebuah rapat akbar yang diselenggarakan oleh berbagai elemen nasional dan Islam Palestina di Gaza Rabu malam untuk mendukung resistensi para pejuang Lebanon. Mereka menegaskan bahwa operasi serangan Hizbullah telah membuka babak baru yang membuktikan kubu muqawamah sekarang jauh lebih tangguh daripada sebelumnya.

Lebih jauh mereka menyerukan pembentukan “Front Resistensi Arab-Islam Bersatu Anti Pendudukan Israel” untuk melawan setiap agresi Zionis terhadap tanah-tanah Palestina, Arab dan Islam.

Pada acara tersebut Ketua Gerakan Jihad Islam Palestina Syeikh Khalid al-Batash menegaskan, “Operasi muqawamah Lebanon menegaskan bahwa perhitungan para pejuang di lapangan bukan seperti perhitungan di televisi yang lemah.”

Dia menambahkan, “Kami sampaikan ucapan selamat atas nama bangsa, muqawamah dan umat kami kepada saudara kami bangsa Lebanon yang terwakili oleh Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, dengan operasi yang sangat menarik itu… Operasi ini menegaskan bahwa front muqawamah dari Lebanon, Shebaa, Quneitra, al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem) dan Gaza adalah front yang satu dan terpadu anti musuh, kaum Zionis.”

Pada acara yang sama, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyatakan bahwa operasi militer Hizbullah Lebanon merupakan reaksi yang wajar terhadap kejahatan rezim pendudukan Zionis. Dia juga menegaskan bahwa masyarakat internasional bertanggungjawab atas merajalelanya kejahatan kaum Zionis.

“Darah para syuhada Quneitra tidak tumpah sia-sia, dan kubu muqawamah siap membidik rezim pendudukan,” ungkapnya.

Jamil Mazhar selaku wakil Front Rakyat menegaskan, “Kami mengucapkan selamat atas operasi gagah berani para pejuang Hizbullah yang telah menegaskan kebenaran partai pejuang ini dan yang telah berada di front terdepan dalam menghadapi penjahat. Operasi itu merupakan reaksi alami atas kejahatan keji serta membuktikan kemampuannya untuk memberikan reaksi yang wajar.”

Dia kemudian menyerukan pembentukan Front Resistensi Arab-Islam Bersatu Anti Zionis.

“Tanpa Front Resistensi Bersatu kita tidak mungkin dapat merealisasikan kemenangan,” tandasnya.

Faiz Abu Athiyah, juru bicara gerakan Fatah Palestina, menegaskan, “Kami menolak dan mengutuk segala bentuk agresi rezim pendudukan Israel terhadap wilayah Arab manapun…Hizbullah berhak menunjukkan reaksi dengan cara yang dipandangnya relevan.”

Dia juga mengatakan, “Segala tindak kejahatan yang dilakukan di tanah Arab manapun tidak akan berjalan terhormat, dan reaksinya terhadap tindak kejahatan itu akan besar dan kuat.”

Muhammad Khalaf, wakil Front Demokrasi Palestina mengatakan, “Biarlah rezim pendudukan mengetahui bahwa balasan atas kejahatan-kejahatannya tidak akan berkepanjangan dari sekarang dan seterusnya, dan tidak akan ada kata menyerah dan bungkam di depan agreasi yang berulang-ulang terhadap Palestina, Lebanon, dan Arab.”

Dia juga  menyerukan, “Kubu muqamawah harus menyatukan kata dan tindakan, dan kami menyerukan pembentukan Front Resistensi Palestina-Lebanon Bersatu untuk membalas segala bentuk agresi yang mungkin dilakukan rezim pendudukan terhadap tanah Lebanon.”

Abu Mujahid, wakil Divisi Perlawanan Rakyat Palestina menegaskan bahwa operasi balasan Hizbullah telah membuka babak baru yang memperlihatkan bahwa agresi dan kejahatan yang dilakukan musuh tidak akan berlalu begitu saja tanpa balasan.

“Sudah berlalu masa di mana kita diagresi tapi tidak membalas,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Muqawamah sekarang bersatu, senjata mereka satu, dan front pertempuran yang akan datang juga akan satu, karena jalan yang dimengerti oleh musuh hanyalah muqawamah, bukan yang lain.”

Pernyataa senada pada pertemuan di Gaza tersebut juga diungkapkan oleh perwakilan dari faksi-faksi pejuang Palestina lainnya.

Di pihak lain, Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon mengancam akan meneror elemen-elemen penting Hizbullah.

“Siapapun yang mengancam keamanan Israel akan terkena teror,” ungkapnya usai sidang kabinet keamanan Israel Rabu kemarin.

Dia menambahkan, “Iran dan Hizbullah berusaha menggunakan segala cara untuk mengancam keamanan Israel. Serangan terbaru di Dataran Tinggi Golan dan wilayah Lebanon adalah serangan terhadap sasaran militer dan non-militer Israel.”

Leave a Reply

WordPress spam blocked by CleanTalk.