protes gaza

Sebuah pabrik senjata di tenggara Inggris diduduki oleh para aktivis pada hari Selasa pagi dalam rangka protes terhadap penjualan senjata ke Israel dan Afghanistan. Para pengunjuk rasa mengatakan perusahaan itu terlibat dalam “penderitaan Gaza,” di mana 2.137 warga Palestina tewas musim panas lalu.

Instro Presisi Ltd di Kent dikepung oleh para aktivis pada jam 05:00 am pada hari Selasa, yang menduduki dan menutup pabrik.

Di atas atap, para pengunjuk rasa membentangkan spanduk menuntut Instro “berhenti mempersenjatai Israel.” Empat orang pengunjuk rasa tetap di atap bangunan, sementara 10 orang berdiri di permukaan tanah.

Perusahaan itu memproduksi sistem kamera berteknologi tinggi yang digunakan dalam drone yang telah dikerahkan di Israel dan Afghanistan. Terletak di dekat kota pesisir Broadstairs, Kent, itu adalah anak perusahaan dari perusahaan senjata Israel Elbit Systems.

Drone Elbit telah dikerahkan oleh Israel Defense Force (IDF) untuk membunuh warga sipil Palestina yang tak terhitung jumlahnya di Gaza, demikian menurut kelompok pemikir (think tank) Campaign Against the Arms TRADE (CAAT) Inggris.

Think tank itu menambahkan teknologi kamera itu digunakan di “dinding apartheid” Israel dan dalam drone yang diterbangkan di seluruh Afghanistan.

‘Suatu bisnis yang booming’

Tom Henderson, seorang aktivis yang menduduki pabrik senjata yang berbasis di Kent, mengatakan tindakan itu dilakukan untuk mencegah perusahaan senjata Israel Elbit dari penjualan senjata yang digunakan untuk “pembantaian orang di Gaza dan Afghanistan.”

Harga saham Elbit melonjak selama serangan militer Israel di Gaza musim panas lalu, di mana drone bersenjata Israel diperkirakan telah menewaskan sebanyak 830 orang Palestina.

Meskipun produknya telah membuat pertumpahan darah, bisnis raksasa senjata terus booming. Menurut CAAT, saat ini terdapat $6,2 miliar antrian pesanan senjata.

Kelompok kampanye Inggris London Palestine Action mengatakan Instro ditutup pada hari Selasa karena pemerintah Inggris menjual “£ 500.000 [senilai] senjata” ke Israel selama pemboman militer negara ke Gaza musim panas lalu.

Pengunjuk rasa lain yang menduduki pabrik senjata mengatakan para aktivis memprotes pemerintah Israel yang terus melakukan “penindasan dan apartheid terhadap rakyat Palestina.”

Para pengunjuk rasa termasuk diantaranya kandidat Green Party lokal untuk Thanet, Ian driver, yang menawarkan dukungan untuk aksi tersebut.

Elektronik yang dikerahkan oleh perusahaan induk Instro, Elbit Systems, biasanya digunakan dalam dinding 700 kilometer Israel, yang membentang di Tepi Barat.

Warga Palestina mengatakan tembok itu merupakan instrumen apartheid yang memisahkan warga sipil dari keluarga mereka, para petani dari tanah mereka, dan digunakan untuk mencaplok wilayah Palestina untuk permukiman ilegal Israel.

Pemerintah Israel berpendapat penghalang itu melindungi warga sipil dari serangan Palestina, termasuk serangan bom bunuh diri.

‘Penindasan terhadap Palestina’

Elbit Systems adalah produsen drone terkemuka di dunia, dan menghasilkan 85 persen dari kendaraan udara tak berawak IDF (UAV).

Raksasa senjata digambarkan oleh pejabat IDF sebagai suatu “aset nyata” selama pemboman Israel 2014 di Jalur Gaza.

Tidak ada penangkapan yang dilakukan di lokasi Instro Presisi Ltd di Kent.

Seorang juru bicara Kepolisian Kent mengatakan kepada RT (Russian Today) saat ini pasukan sedang memantau demonstrasi untuk memastikan tetap damai dan sesuai hukum. Petugas juga mengamati bagaimana perkembangan peristiwa itu untuk melindungi keselamatan publik dan meminimalkan gangguan, katanya.

Dia menambahkan: “Sumber daya akan dikerahkan sesuai keperluan dan tepat.”

Situs Instro mengatakan pabrik itu mempekerjakan lebih dari 70 orang di lokasi Kent. RT menghubungi cabang Elbit untuk menanyakan tentang perkiraan penjualan barang militer untuk Israel selama konflik Gaza 2014. Tidak ada seorang pun yang menjawab panggilan.

Tindakan Selasa itu menandai kedua kalinya pabrik senjata Elbit yang berbasis di Inggris telah ditargetkan oleh aktivis dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Agustus 2014, sebuah pabrik mesin drone diduduki oleh sekelompok besar pengunjuk rasa pro-Palestina, dan juga ditutup selama sehari.

Masyarakat sipil Palestina telah menyeru pemerintah di seluruh dunia untuk memaksakan embargo senjata terhadap pemerintah Israel, dan untuk berhenti membeli barang-barang militer dari perusahaan-perusahaan Israel seperti Elbit.

Abdulrahman Abunahel, dari gerakan Palestine’s Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), mengatakan kampanye itu menyerukan negara-negara di seluruh dunia untuk memainkan peran mereka dalam mencegah pembantaian lebih lanjut rakyat Palestina, dan untuk menghentikan perdagangan senjata dengan Israel.

Namun demikian, perdagangan senjata Inggris dengan Israel terus berkembang. Inggris mengekspor senilai £ 7 juta barang militer ke Israel dalam enam bulan menjelang konflik Gaza 2014, termasuk komponen pesawat tak berawak (drone), demikian menurut CAAT.

Rida Abu Zneid, seorang warga muda Gaza yang menyaksikan saudara perempuannya hancur berantakan oleh rudal dari pesawat tak berawak Israel, mengatakan jika perusahaan senjata mempertimbangkan dampak brutal senjata mematikan mereka terhadap kemanusiaan maka mereka akan berhenti memproduksi senjata.

Dia mengatakan kepada Corporate Watch bahwa satu hari tinggal di Gaza akan memberikan pemahaman yang berharga.

Sumber: Russian Today (RT), Published time: February 17, 2015

Leave a Reply

WordPress spam blocked by CleanTalk.