VOP bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) menyelenggarakan Internasional Seminar bertajuk ‘The Global Intifada To Free Palestine”. Acara dikemas dengan pemaparan dan tanya jawab tentang negara Palestina itu, dilanjutkan dengan penganugerahan gelar kepada Ahed Tamimi.

Seminar ini menghadirkan para pembicara di antaranya Ir. Mujtahid Hashem (Ketua Voice of Palestine), Mr. Thaer Ayob Abdullah Al Shaikh (Qods Foundations), Ammar Fauzi, Ph.D, dan Iswahyudi SE, ME (dosen STIEAD). “Keputusan kita untuk memberikan gelar kepada Ahed Tamimi ini karena dia adalah sosok remaja yang punya keberanian, dedikasi yang cukup tinggi. Dia juga kekonsistenan dan kesadaran yang melebihi orang dewasa. Dari umur 9 tahun ikut demo dengan orang–orang dewasa menentang zionis Israel,” ujar Mujtahid Hashem di Auditorium Syafrudin Prawiranegara, STIEAD Jakarta pada tanggal 3 Januari 2018.

Dalam kesempatan itu pemberian gelar Woman of The Year secara simbolis diberikan oleh Mujtahid Hashem kepada Thaer Ayob Abdullah Al Shaikh selaku perwakilan dari Palestina. “Insya Allah ini akan disampaikan kepada Ahed Tamimi dan ini menjadi keputusan kita untuk memberikan gelar padanya,” kata Mujtahid.

Dikatakan Mujtahid bahwa acara seminar ini juga merupakan bagian dari ‘campaign global intifada’ ataupun campaign global boycott. Sebagai masyarakat sipil  haruslah membangunkan kesadaran publik.

“Jadi selama ini kita hanya sebatas kampanye dulu untuk mendorong kesadaran publik. Kita memang belum keras, baik dengan masuk ke mal atau pun lainnya lalu barang–barangnya kita buang, tapi tidak seperti itu. Nanti dianggap juga melanggar hukum,” terang Mujtahid.

Tidak hanya itu, dengan pejabat negara pernah dilakukan melalui audiensi dengan DPR  lanjut Mujtahid, bagaimana memboikot dan mengeluarkan undang undang tidak melakukan bisnis dengan barang–barang zionis Israel.

“Kesadaran pemerintah kan tidak sejauh itu, jadi saya melihat, betul Palestina menjadi bagian dari kampanye pemerintah tapi pada dasarnya belum ada keseriusannya,” tandas nya.

Sebelumnya juga Voice of Valestine telah menggelar beberapa kampanye Intifada yakni di Bandung, PT IKI, Pesantren Al Fatah–Cilengsi dan rencananya akan menggelar kembali di Yogyakarta dan di luar negeri. Kampanye ini merupakan sebagai realisasi ‘Deklarasi Jakarta’ Konferensi 100 Tahun Deklarasi Balfour yang telah dilaksanakan pada 7- 8 Desember 2017 lalu.

“Kita juga diundang dari luar negeri untuk kampanye Intifada ini, Insya Allah bulan Maret mendatang di Libanon,”pungkas Mujtahid.

Comments are closed.